Saat Anime One Piece dan Kerasnya Musik Metal Jadi Motif Batik Milenial

Posted on

Ide membatik dapat tiba darimanakah saja. Sama seperti yang dilaksanakan Angga Wijananto (30), seorang perajin batik masyarakat Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia jadikan One Piece, seri anime Jepang yang dicatat serta diilustrasikan oleh Eiichiro Oda, untuk pola batik beberapa karyanya.

Awalnya Angga memang punyai kesan-kesan dalam pada komik-komik Eiichiro Oda. Dapat dibuktikan, pada dinding tempat tinggalnya berjejer pajangan berbentuk batik ciri-ciri tokoh di One Piece, seperti Tashigi serta Shirahoshi.

“Saya bikin batik beberapa tokoh anime itu sebab saya senang One Piece,” tutur Angga, Jumat (2/10/2020).

Sebelum menekuni pola batik One Piece, Angga sempat juga membuat batik dengan pola metal.

“Batik Metal itu ciri-khasnya seperti gambar tengkorak, bentuk jantung, bola mata serta ciri-ciri yang menakutkan lain,” tuturnya.

Memperdalam usaha batik semenjak 2011, banyak pengembangan yang telah dilaksanakan pemuda asal Blora itu. Kesenangannya ke budaya pop memberikan inspirasi lahirnya beberapa karya batik yang tidak kaku, namun berharga estetis serta punyai filosofis.

“Jika di manganya itu melambatgkan kesetiaan samurai Wano pada Keluarga Kozuki,” katanya.

Kecuali pola yang berbentuk profan, Angga membuat pola batik yang penuh arti filosofis, dari mulai pola daun jati sampai pola ciri-ciri dalam pewayangan.

Bertahan di Tengah Pandemi

Angga mengaku pukulun krisis karena epidemi Covid-19 memengaruhi pemasaran batik kepunyaannya. Pemasaran batik pada peristiwa perayaan Hari Batik 2 Oktober tahun ini tidak sekitar tahun awalnya. Tetapi dianya mengaku, masih ada pencinta batik yang memburu pola batik unik beberapa karyanya.

“Sebelum epidemi, satu bulannya 30 batik bertambah yang terjual. Umumnya batik saya dipasarkan di Jawa Timur,” papar Angga.

Angga akui, jual beberapa karya batiknya itu lewat sosial media Instagram @angheksa06batik serta kerja sama juga dengan temannya yang sekarang jadi reseller batik beberapa karyanya.

“Reseller batik saya, berada di tiga kota di Jawa Timur, yakni Jombang, Mojokerto, serta Gresik. Jika di Jateng cuman saya,” kata Angga.

Dengan bangga dianya menjelaskan, beberapa karya batik pola ciri-ciri wayang Shinta berupa putri Shirahoshi bikinannya serta ada yang memesan dari Singapura. 

Perlu disadari, kecuali memberikan pengembangan serta kebaruan pada perubahan pola batik Indonesia, batik-batik karyanya juga bermutu sebab dibikin dengan cara batik catat, bukan cap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *