RICUH! DEMO DI BANGKOK, MASSA ANTI-PEMERINTAH BENTROK DENGAN MASSA PRO MONARKI

Posted on

Beberapa ribu orang yang disebut massa anti-pemerintah serta massa pro-monarki. Warga Thailand turun ke jalanan di Kota Bangkok untuk sama-sama unjuk kemampuan. Demo itu berekor kacau. Beberapa ratus demonstran di Monumen Demokrasi mengulang ajakan mereka untuk mundurnya Pertama Menteri Prayuth Chan-ocha, bekas pimpinan junta, serta konstitusi baru. Mereka memberikan hormat 3 jemari ciri khas mereka. Dalam laganya, massa menerobos barisan barikade polisi untuk sampaikan tuntutannya itu.

Cuman beberapa puluh mtr. jauhnya, beberapa ratus bangsawan bergabung dengan anggota pasukan keamanan—semuanya kenakan pakaian warna kuning kerajaan—beberapa jam sebelumnya iringan mobil kerajaan melalui di sejauh jalan.

BACA – Viral Hashtag ‘JanganBeliEskrimAice’, Netizen Geram

Saat protes dari barisan anti-pemerintah berjalan, pernah berlangsung kerusuhan dengan massa pro-monarki.

Pendemonstrasi sempat menantang polisi yang menepis mereka dari pusat kota Thailand. Lepas dari 1 perkelahian singkat, kedua pihak beberapa terus terpisah.

Pergerakan protes barisan anti-pemerintah mempunyai tujuan melengserkan Prayuth. Yang berkuasa melalui kup 2014 bermaksud untuk akhiri 1 dekade kekerasan di antara beberapa simpatisan serta lawan-lawan barisan mapan negara itu.

Mereka yang turun di jalanan ingin konstitusi baru serta mengatakan pengurangan kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn. Tindakan itu mematahkan tabu yang berjalan lama tentang kritikan pada monarki.

Pimpinan kerajaan Buddha Issara menjelaskan beberapa demonstran bisa tuntut demokrasi, tapi jangan mengatakan reformasi monarki, sama seperti yang sudah dilaksanakan sebagian orang.

Di Selasa (13/10), beberapa demonstran membuat rintangan langsung yang sangat jarang ke raja, dengan meneriaki konvoi yang melalui sesudah 21 aktivis diamankan sepanjang bentrokan dengan polisi.

Polisi menjelaskan beberapa tahanan akan dituduh dengan pelanggaran ketertiban umum

Protes sudah jadi rintangan paling besar sepanjang tahun untuk pemerintah yang dikuasai oleh tentara serta istana di Thailand.

Jubir pemerintahan Anucha Berapa Chaisri menjelaskan polisi sudah dikasih tahu untuk menghindar konfrontasi yang tak perlu. Polisi menjelaskan nyaris 15.000 petugas sudah dikeluarkan untuk jaga keteraturan.

Istana kerajaan belum menyikapi keinginan tanggapan atas protes atau tuntutan beberapa demonstran.

Disamping itu, pemerintahan Thailand larang pekerjaan yang menyertakan 5 orang atau bisa lebih serta penerbitan informasi atau beberapa pesan daring yang bisa mencelakakan keamanan nasional. Larangan itu dikeluarkan di Kamis pagi hari lewat dekret genting untuk akhiri protes-protes jalanan di Bangkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *